Bengkel Kreativitas
Ciputat - Tangerang - 2-Jul-2008
Beberapa pekan lalu, BERANI mengunjungi “Bengkel Kreativitas”. Yaitu, sebuah wadah pendidikan nonformal bagi anak tidak mampu. Salah satunya terletak di perkampungan pemulung di wilayah Ciputat, Tangerang.
Bengkel Kreativitas didirikan pada tahun 1992 oleh sebuah yayasan sosial bernama Yayasan Nanda Dian Nusantara (YNDN). Ketuanya adalah Ibu Roostein Ilyas, seorang anggota Komisi Nasional Perlindungan Anak. Tujuan adanya Bengkel Kreativitas, antara lain, meningkatkan pendidikan dan keterampilan anak-anak yang tidak mampu. Serta, meningkatkan minat baca anak-anak.
bengkel
Menurut Ibu Yani, koordinator Bengkel Kreativitas Anak Pemulung, ada sekitar 200 Kepala Keluarga (KK) di wilayahnya. Dan semua anak di wilayah itu tidak bersekolah dengan alasan tidak mampu. Lalu, ia berinisiatif untuk mengajari mereka membaca dan berhitung.
Pada awalnya, anak-anak dilarang untuk belajar di Bengkel Kreativitas. Sebab, menurut orangtua masing-masing anak, kegiatan belajar itu mengganggu pekerjaan anak mencari barang bekas. Lalu pihak YNDN memberikan pengaraha dan pengertian kepada para orangtua. Akhirnya, orangtua setuju anak-anaknya menimba ilmu di Bengkel Kreativitas.
bengkel
Kegiatan di Bengkel Kreativitas
Ada banyak kegiatan yang diterima anak-anak pemulung di Bengkel Kreativitas. Antara lain, kegiatan pembelajaran Paket A. Dalam pembelajaran Paket A, anak-anak diberikan pelajaran yang setara dengan anak di Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah.
Selain itu, anak juga dapat mengikuti kegiatan mengaji dan membaca Alquran. Materi yang diberikan juga setara dengan yang ada di Taman Pendidikan Alquran (TPA). Baik Paket A maupun pengajaran mengaji dan membaca Alquran diberikan oleh para relawan.
bengkel
Menariknya, di Bengkel Kreativitas juga ada perpustakaan. Isinya, berbagai macam buku dan majalah untuk anak-anak. Di situ juga tersedia alat-alat musik, yakni drum kecil serta gitar.
Di sebelah Bengkel Kreativitas terdapat musala. Musala itu digunakan sebagai tempat beribadah (salat) anak-anak dan orang dewasa yang tinggal di perkampungan pemulung.
Program Beasiswa
Pihak YNDN juga berusaha mencarikan program beasiswa sekolah untuk anak-anak pemulung itu. Untuk saat ini, ada beberapa perusahaan dan organisasi yang membiayai biaya sekolah mereka.
Liputan/penulis: LAN/EVA
Sumber: www.berani.co.id
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar